Bab X. Deli Spoorweg Maatschappij
Ketika pada awal tahun delapan puluhan budi daya tembakau mulai berkembang di Deli, Tuan de Guigne mengajukan permohonan konsesi untuk sebuah jalan kereta api. Permohonan yang menyangkut hubungan antara Laboean Deli dan Medan itu, bagaimanapun, ditolak pada Juni 1881 karena pemohonnya bukan orang Belanda. Sebulan kemudian Tuan J.T. Cremer, kelak Menteri Koloniën, yang ketika itu masih menjadi administrator kepala Deli Maatschappij, mengajukan permohonan konsesi atas nama perseroannya untuk sebuah jalan kereta api dari Belawan ke Medan dan dari sana ke daerah-daerah swapraja (landschappen) Langkat dan Serdang. Pada 29 Oktober 1881 Tuan Cremer dijawab bahwa terhadap permohonan itu tidak ada keberatan prinsipiil; dengan demikian telah dikeluarkan konsesi sementara untuk sebuah jalan kereta api sepanjang 66 K.M. dengan lebar sepur 0.70 à 0.75 M., di Pantai Timur Sumatra, yang berjalan dari Laboean Deli ke Medan dan Deli Toea dengan lintas-lintas cabang dari Medan ke Tandjong Morawa.
Dengan surat permohonan (rekest) tanggal 16 Agustus 1882 perseroan itu meminta dicabutnya konsesi yang telah diberikan dan dikeluarkannya konsesi baru, yaitu untuk pembangunan dan eksploitasi sebuah jalan kereta api dengan lebar sepur 1.067 Meter, yang berjalan dari tempat berlabuh (ankerplaats) Belawan melalui Medan ke Deli Toea, dengan sebuah lintas cabang dari Medan ke Timbang Langkat. Dengan keputusan tanggal 23 Januari 1883 No 17 konsesi itu diberikan untuk 90 tahun. Konsesi itu segera dialihkan kepada Deli Spoorweg Maatschappij (D.S.M.), yang segera memulai pembangunan dan pada 25 Juli 1886 membuka ruas pertama Laboean-Medan sepanjang 17 K.M. untuk lalu lintas umum. Pada 16 Februari 1888 seluruh lintas sampai Belawan rampung, setelah pada 1 Mei 1887 lintas dari Medan ke Timbang Langkat mulai dieksploitasi.
Dengan keputusan tanggal 28 April 1888 No 9, Deli Spoorweg Maatschappij memperoleh konsesi untuk pembangunan sebuah jalan kereta api dari Medan ke Perbaoengan, dan dengan keputusan tanggal 20 Juni 1889 No 1,
[hal. 95]
untuk pembangunan lintas Timbang Langkat-Selesseh. Lintas yang disebut pertama, sampai Perbaoengan, rampung dalam dua tahap, ruas pertama sampai Serdang sepanjang 20 K.M. pada 1 Juli 1889, ruas kedua (18 K.M.) pada 7 Februari 1890. Perpanjangan dari Timbang Langkat sampai Selesseh dibuka untuk lalu lintas umum pada 19 Desember 1890. Jaringan itu pada tanggal yang disebut terakhir memiliki panjang 103 K.M.; untuk sementara angka ini tidak mengalami perubahan.
Baru pada 1900 D.S.M. kembali memikirkan perluasan. Angkutan, sebagai akibat kemajuan budi daya, telah berkembang sedemikian rupa sehingga pembangunan sebuah trem uap sepanjang 30 K.M. antara Perbaoengan dan Bamban dapat dibenarkan. Dengan keputusan tanggal 12 Februari 1900 No 2 konsesi diberikan; pada 11 April 1902 lintas itu mulai dieksploitasi. Pemberian konsesi itu merupakan akibat suatu permohonan pada 1897, yang di dalamnya ditunjukkan kemajuan budi daya tembakau di daerah-daerah swapraja Padang dan Bedagei, budi daya kopi di Serdang, pesatnya perkembangan yang dialami industri minyak bumi dan budi daya lada di Beneden Langkat, serta sangat cocoknya tanah di daerah Tamiang untuk budi daya tembakau. Berkaitan dengan itu dikemukakan perlunya pembangunan lintas-lintas 1e. Perbaoengan-Tebing Tinggi, 2e. Loeboek Pakam-Boven Serdang, 3e. Selesseh-Pangkalan Soesoeh dan 4e. Pangkalan Soesoeh-Koeala Simpang. Untuk sementara, bagaimanapun, hanya tiga hubungan yang dipertimbangkan, yaitu Perbaoengan-Soengei Rampat, Loeboek Pakam-Boven Serdang dan dari Selesseh ke Tandjoeng Poera, dan itu sebagai lintas trem dengan lebar sepur 0,7 Meter. Bila Pemerintah menghendaki sebuah jalan kereta api dengan lebar sepur normal dari Selesseh ke Aroebaai dan Koeala Simpang, maka untuk itu diminta subsidi. Menteri Bergsma tidak tertarik pada usul ini. Sebaliknya penggantinya, Tuan Cremer, tertarik; perundingan yang berlarut-larut merupakan akibatnya. Hasilnya ialah bahwa selain konsesi trem sampai Bamban, yang terlaksana pada 11 April 1902, dengan keputusan tanggal 13 Juli 1900 No 1 diberikan konsesi untuk sebuah lintas trem dari Timbang Langkat melalui Tandjong Poera ke Pangkalan Brandan, dengan keputusan tanggal 12 Juli 1901 No 25 untuk sebuah lintas trem dari Loeboek Pakam ke Bangoen Poerba, dengan keputusan tanggal 11 Agustus 1901 No 33 untuk sebuah lintas trem dari Selesseh ke Koeala, dan dengan keputusan
[hal. 96]
tanggal 20 September 1901 No 24 untuk sebuah lintas trem dari Bamban ke Rantau Laban, semuanya untuk dibangun dengan lebar sepur normal. Lintas-lintas ini, yang menyangkut Timbang Langkat-Tandjong Poera-Pangkalan Brandan, rampung pada 20 Juni 1903, 1 Agustus dan 15 Desember 1904, sedangkan lintas Loeboek Pakam-Bangoen Poerba (28 K.M.) rampung pada 10 April 1904, adapun lintas Selesseh-Koeala mulai dieksploitasi pada 5 November 1902 dan lintas Bamban-Rantau Laban pada 2 Maret 1903.
Konsesi berikutnya menyangkut sebuah trem antara Kampong Baroe dan Arnhemia, yang diberikan dengan keputusan tanggal 20 September 1906 No 62. Lintas kecil sepanjang 15 K.M. ini mulai dieksploitasi pada 1 Oktober 1907.
Dalam bab sebelumnya telah dibicarakan perundingan dengan D.S.M. mengenai sambungan dengan Atjehtram. Beberapa rincian lagi dapat menyusul di bawah ini.
Pada 1908 D.S.M. meminta izin untuk pembangunan dan eksploitasi sebuah lintas trem dari Pangkalan Brandan ke Telok Taboean di Aroebaai. Permohonan ini menimbulkan perundingan yang berlarut-larut, yang dalam rangka menyelesaikan kesulitan yang timbul itu Pemerintah meminta nasihat apa yang disebut Aroebaai-commissie. Hasil akhirnya ialah bahwa dengan keputusan tanggal 9 September 1902 No 14 [tercetak demikian pada OCR dan pindaian hal. 96; tahun 1902 mendahului permohonan 1908 yang disebut di kalimat sebelumnya; tidak dikoreksi] syarat-syarat konsesi D.S.M. yang diubah disetujui, bahwa konsesi diberikan untuk lintas-lintas trem dari Tebing Tinggi ke Telok Niboeng dan ke Dollok Mrawan, dan prioritas untuk sebuah jalan trem dari Pangkalan Brandan ke Aroebaai. Lintas Tebing Tinggi ke Dollok Mrawan, dengan keputusan tanggal 25 Agustus 1914 No 2, diperpanjang dengan sebuah ruas Dollok Mrawan ke Pematang Siantar. Pada 5 Mei 1916 lintas ini telah dieksploitasi. Ruas Tebing Tinggi sampai Tandjong Balei dibuka untuk lalu lintas umum pada 6 Agustus 1915, ruas dari Tandjong Balei ke Telok Niboeng pada 1 Februari 1918.
Perpanjangan lintas Medan-Deli Toea sampai Batoe berlangsung dengan keputusan tanggal 10 Juni 1915 No 28. Pada 1 Desember 1915 pembangunan ruas pendek ini rampung.
Perlu disebutkan bahwa pada 29 Desember 1919 lintas Pangkalan Brandan-Besitang rampung dan dengan itu sambungan dengan Atjehtram di tempat yang disebut terakhir (lihat bab sebelumnya). Dari titik sambungan dipasang sebuah rel ketiga
[hal. 97]
sepanjang ruas lintas Besitang-Pangkalan Soesoeh milik Atjehtram. Pada 16 Mei [tahun tidak disebut dalam sumber, juga pada pindaian hal. 97] ditutup perjanjian pemakaian bersama ruas lintas ini. Konsesi pembangunan lintas Pangkalan Brandan-Besitang dimuat dalam keputusan tanggal 26 Oktober 1917 No 56; dalam keputusan itu sekaligus dimuat konsesi yang diubah dan dilengkapi untuk semua lintas D.S.M.
Pada awal 1928 sepanjang 439 K.M. telah dieksploitasi, yang menurut perubahan konsesi tanggal 26 Oktober 1917 terdiri atas: 271 K.M. kereta api dan 168 K.M. lintas trem.
Kereta api itu ialah:
- Medan-Belawan;
- Medan-Timbang Langkat;
- Medan-Perbaoengan-Tebing Tinggi-Tandjong Balai-Telok Niboeng dan Tebing Tinggi-Pematang Siantar.
Lintas trem itu ialah:
- Medan-Batoe;
- Timbang Langkat-Koeala;
- Timbang Langkat-Tandjong Poera-Pangkalan Brandan-Besitang-Pangkalan Soesoeh;
- Loeboek Pakam-Bangoen Poerba dan
- Kampong Baroe-Arnhemia.
Selain itu D.S.M. masih memegang konsesi yang diberikan dengan keputusan tanggal 13 Desember 1926 No 6 untuk pembangunan dan eksploitasi sebuah lintas trem uap dari stasiun Kisaran yang ada ke arah selatan sampai suatu titik yang terletak kira-kira 1 K.M. di sebelah selatan Sungai Koealoe. Selama lima tahun pertama eksploitasi, lintas ini tidak perlu diperuntukkan bagi angkutan penumpang.
Konsesi ini diterima pada 1 Juni 1927.